Peran Bansos PKH dan Bantuan Pangan Menjawab Permasalahan Stunting

1.Bagaimana kebijakan bantuan sosial (contoh: BPNT, e –Warong dan PKH dll) dapat menjawab tantangan percepatan pencegahan dan penanganan stunting?

Jawaban : Kebijakan Perlindungan Sosial bagi masyarakat baik kesehatan dan pangan masyarakat, terutama bagi masyarakat pra sejahtera adalah hal yang harus menjadi konsen pemerintah dewasa ini. Program perlindungan sosial seperti BPNT, E warong dan PKH agar terus  dilakukan  kajian dan penelitian oleh pihak pihak yang berkompeten. Dengan pemberian bantuan sosial kepada keluarga penerima manfaat hendaknya tujuan yang di rencanakan  tercapai.  Pemenuhan gizi ibu hamil, menyusui , balita dan pengetahuan dasar stunting  adalah hal dasar yang menjadi konsen dari program bansos ini , sehingga selaras dengan tujuan pemerintah tentang stunting.

PKH yang menggabungkan antara bantuan sosial dan pendampingan  sangat penting dalam program perlindungan sosial , karena untuk mengubah pola perilaku masyarakat pra sejahtera perlu adanya intervensi dari pemerintah agar  menuju masyarakat sejahtera, dengan adanya modul modul tentang kesehatan , gizi, stunting dll,  Yang di berikan oleh pendamping kepada masyarakat pra sejahtera yang sebagian besar pendidikan nya tidak tinggi. Maka diharapkan dengan pengetahuan tersebut terjadi perubahan perilaku kearah yang baik atau positif. Sehingga mengetahui apa itu stunting dan langkah yang harus dilakukan khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Dengan adanya pendamping sosial PKH maka diharapkan KPM memperoleh hak haknya sebagai penerima program, advokasi maupun fasilitasi. Dari segi bantuan PKH , kpm bisa memanfaatkan bantuannya untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak, membeli asupan gizi bagi ibu hamil dan balita, bagi lansia bisa untuk membeli obat atau memenuhi pangan. Juga untuk dijadikan modal usaha .

Pemenuhan pangan atau gizi melalui BPNT/sembako cukup penting mengingat hampir sebagian pendapatan keluarga pra sejahtera rendah, sehingga  pendapatan keluarga pra sejahtera ini tidak bisa memenuhi  semua kebutuhan bagi ibu hamil seperti buah, sayur , protein , susu , Vitamin dll.  untuk itu melalui bantuan pangan ini bisa mengurangi beban pengeluaran keluarga sejahtera dan mengkonsumsi kebutuhan pangan yang bervariasi. Melalui e warung diharapkan bahan pangan yang beranekaragam baik gizi maupun jenis  tersedia dekat dengan lingkungan  KPM.

2. apa capaian yg sudah didapat dari program bantuan sosial kemensos (BPNT, PKH, ewarung) tentang pencegahan dan penanganan stunting serta tantangan? 

Jawaban : program bansos kemensos sejak awal  telah mengintervensi masalah stunting melalui kesehatan dan gizi bagi masyarakat prasejahtera , secara langsung menyentuh kebutuhan dasar seperti  pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil , balita , 1000 HPK melalui BPNT dan PKH. Sedangkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi dilakukan dalam modul  pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2)

Program Bansos ini agar mendukung program Pencegahan dan penanganan stunting perlu adanya penambahan penerima, karena masih ada masyarakat pra sejahtera belum tersentuh bansos ini.

Juga penyempurnaan program dengan penambahan nilai bantuan sosial dan memperketat pengawasan terhadap program terutama di daerah daerah agar tidak terjadi penyimpangan. Serta berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

  1. Jenis Layanan dan Sumber informasi yang sering diakses oleh KPM tentang Stunting
Jenis InformasimediafrekuensiPemberi informasi
Adanya larangan atau pantangan bagi ibu hamil Dan balita yang  masih perlu di cari kebenaran apakah tergolong mitos atau faktaDari mulut kemulut, cerita tetangga, orang tua seringTetangga , orang tua
Peningkatan Peningkatan kemampuan keluarga (P2K2)Pembelajaran /pertemuan langsung1 bulan 1 kaliPendamping sosial PKH

Pengumuman jadwal posyandu 

Pengeras suara mesjid
 1 bulan 1 kali
Bidan desa 

Posyandu desa 

pengumuman

1 bulan 1 kali
Kader Posyandu

Mengenai pengobatan dll

pengumuman
seringposkedes
  1. Rekomendasi Sumber informasi lain atau layanan lain terkait stunting:

Jawaban : 

1.memberikan informasi adanya pelatihan atau penyuluhan  tentang stunting yang dilaksanakan pihak terkait oleh desa  setempat

2. bagi KPM  yang bisa mengakses internet baik keluarga maupun  anak ,  banyak sekali video pembelajaran tentang stunting di youtube

3.mengikuti P2K2 PKH modul tentang kesehatan dan gizi

4. bisa bertanya dengan kader posyandu,  bidan desa, Poskeddes, maupun langsung Puskesmas

5. menyediakan pamflet, buku bacaan, spanduk/baliho yang dipasang di sekitar lingkungan tentang stunting oleh pihak terkait.

6. Program kesehatan da gizi dari pihak ketiga. 

Ceritakan secara singkat salah satu contoh situasi ibu hamil dari KPM , identifikasi kesiapan serta tantangan dari keluarga dan masyarakat sekitar dalam memberikan dukungan terhadap ibu hamil tersebut?

  Ibu Hernita ( 38 Tahun) mempunyai seorang Suami dan dua anak . pekerjaan suami petani sedangkan ibu Hernita adalah seorang ibu rumah tangga. Ibu hernita sedang mengandung janin anak ketiga .Kondisi rumahnya berukuran 4 x6 Meter terbuat dari kayu. Belum mempunyai jamban yang layak namun sudah masuk PAM desa. Anak yang tertua berumur 17 tahun baru menyelesaikan pendidikan tingkat SMA. Anak kedua baru kelas 5 SD. 

Sang ayah bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga . dari kuli bangunan maupun buruh pertanian dilakukannya. Memperoleh Program PKH , BPNT , Kartu sehat/bpjs yang bisa digunakan saat bersalin.  Memperoleh bantuan sosial PKH pada tahun 2014 sampai sekarang.

Ibu hernita jauh jauh hari telah berusaha menyisihkan pendapatan keluarga yang di tabung untuk biaya persalinan dan membeli perlengkapan bayi. 

Dari pihak keluarga menyayangkan dengan kondisi Ibu hernita dan keluarga harus memiliki tiga orang anak. Padahal telah menyarankan untuk cukup 2 anak saja, dengan pertimbangan ekonomi dan pendidikan bagi anak kelak. Namun hubungan dengan mertua maupun keluarga lainnya baik.

Di Desa tsb rutin sebulan sekali diadakan posyandu, ibu hernita rutin datang membawa KIA memeriksakan kandungan. Untuk bersalin sudah ada bidan desa setempat. Atau bisa dirujuk ke puskesmas yang hanya berjarak 3 KM. Mertuanya sering kerumah saat ibu hernita saat mengandung,  membawa buah dan makanan. Juga membantu pekerjaan yang biasa dilakukan oleh ibu hernita sehari hari seperti memasak, mencuci, dan beres beres rumah.  Sang ayah sering mengantar untuk berolahraga lari kecil saat pagi hari.

Saat berkumpul warga sekitar banyak menanyakan kondisi ibu hernita  dan menyarankan hal hal yang harus dilakukan atau disiapkan saat mengandung maupun bersalin. Atau saat posyandu bertemu dengan ibu hamil lainnya. Di lingkungan ibu hernita warga menerima dan mendukung agar ibu hernita dan janinnya sehat saat didalam perut dan selamat saat bersalin.

Pertanyaan :

Identifikasi berbagai hambatan dalam pemberian stimulasi pada janin yang biasa di alami oleh keluarga penerima manfaat (ayah dan ibu) pada umumnya dan diberikan usulan solusinya !

Keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung ibu hamil atau balita memperoleh dukungan , kasih sayang dan kenyamanan baik mulai dari janin, melahirkan sampai anak lahir. Dimana tingkat kesehatan ibu hamil dan balita bisa dijaga atau  di perhatikan  oleh suami maupun keluarga lainnya.

Hambatan:

Masih belum mengetahui akan pentingnya stimulasi sejak dalam kandungan atau Janin oleh sebagian KPM. Serta tidak mengetahui manfaat dan pengaruh nya bagi tumbuh kembang anak kedepan.

Stimulasi belum di fahami seutuhnya oleh ibu, Suami, maupun Keluarga. Kadang stigma ibu hamil harus di urus oleh ibu sendiri. Tugas ayah atau suami hanya mencari uang dan bekerja.  Sang suami pergi pagi pulang sore lalu istirahat dan tidur pada malam harinya. Membuat komunikasi dan interaksi antara ayah dan janin serta ayah dan ibu berkurang.waktu bersama menjadi kurang.

Faktor malas sering juga menghinggapi ibu hamil, malas bergerak hanya tidur tiduran . tidak mau berolahraga dll. Suami sering tidak mengantar atau bertanya tentang keadaan janin di fasilitas kesehatan.

Solusi:

Memberikan pengetahuan kepada ibu hamil baik ibu , suami maupun keluarga apa itu stimulasi serta manfaat dan dampaknya bagi pertumbuhan janin. Meluangkan waktu yang lebih untuk ibu hamil oleh suami maupun keluarga

Hal  apa yang dilakukan oleh ibu, suami dan keluarga  hal apa yang bisa menstimulasi dan bagaimana caranya, untuk mendukung pertumbuhan janin  Serta hal yang tidak boleh dilakukan terhadap janin.

Bisa memperoleh pengetahuan melalui posyandu, bidan desa , kader posyandu puskesmas. Atau petugas lainnya seperti pengetahuan di dalam Pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (PKH) dalam modul kesehatan dan gizi.dll.

Pertanyaan :

Identifikasi berbagai hambatan dalam pemberian ASI eksklusif dan melakukan IMD di masyarakat serta berikan usulan solusinya!

Jawaban :

Asi tidak keluar, ibu sakit setelah melahirkan seperti pusing, tensi dll , ibu tidak selera  makan karea  adanya pantangan makanan, bayi sakit dan rewel. Memberikan susu formula terlalu dini. Ibu tidak nyaman, stres , depresi dll. Payudara membesar dan nyeri ketika anak tidak mau minum ASI.

Solusi : 

Konsultasi ke bidan atau fasilitas lainnya apabila terjadi hambatan seperti itu, makan dan minum yang bergizi, memberikan kenyamanan , kasih sayang kepada ibu dan balita. Melakukan pengobatan atau obat obatan yang dianjurkan oleh bidan atau dokter. Olahraga ringan, bercerita kepada orang yang terdekat tentang kesulitan yang dialami. Istirahat cukup , nutrisi cukup dan minum air putih.

Identifikasi hambatan praktik CTPS yang dilakukan oleh KPM dan berikan solusinya!

Jawaban:

 Perilaku Hidup bersih dan sehat menjadi mutlak dilakukan dewasa ini ditengah adanya pandemi Covid 19 juga untuk kesehatan ibu dan bayi. Salah satunya melakukan Cuci tangan pakai sabun (CTPS) .

Hambatan:

  1. Pengetahuan dan kesadaran KPM tentang CTPS masih rendah.
  2. Tidak menjadi kebiasaan sehari hari di tengah masyarakat.
  3. Tidak adanya pelatihan atau pun penyuluhan tentang CPTS
  4. Sumber Air bersih masih sulit
  5. Sanitasi masih buruk
  6. Merasa sayang atau rugi bila mencuci tangan dengan sabun, karena harga sabun sedikit mahal.
  7. Perasaan malas atau enggan melakukan CTPS.

Solusi

  1. Penyuluhan pengetahuan dari pihak terkait  tentang akan manfaat dan dampak /akibat bila tidak melaksanakan CTPS di kehidupan sehari hari
  2. Menjadikan gerakan CTPS  sebagai  kegiatan rutin di tengah masyarakat
  3. Menyediakan peralatan CTPS oleh pemerintah desa setempat atau dengan pihak terkait lainnya di tempat umum atau rumah warga.
  4. Modul kesahatan dan gizi dalam P2K2 tentang mencuci tangan yang bersih
  5. Menyediakan sumber air bersih baik PAM desa maupun PDAM atau sumur atau sumber 

lainnya

  1. Mengajarkan perlaku CTPS sedini mungkin bagi anak anak dan remaja.
  2. Memberi pengetahuan selain memakai air bersih dan mengalir , perlu dengan sabun atau deterjen lainnya.

Mengidentifikasi 

  1. Hambatan KPM dalam menyediakan jamban sehat !
  2. Hambatan kpm dalam memanfaatkan jamban sehat!
  3. Memberikan usulan solusi mengatasi hambatan  dalam penyediaan dan pemanfaatan jamban sehat!

Jawaban: 

1.- Biaya pembangunan Jamban sehat di rumah belum ada/mahal

    – tempat atau lahan yang menjadi lokasi jamban tidak ada, sebagian karena pekarangan warga  sempit

.    –  sumber air bersih langka

     -Kebiasan warga yang BAB dll. Di sungai atau kali

2. – Tidak tersedianya jamban sehat di rumah

    – Tidak terbiasa dan  lebih suka melakukan cara-cara lama

   – Pengetahuan tentang jamban sehat masih rendah

    -Dukungan dari tokoh masyarakat atau pemdes masih rendah

    – Kebersihan rumah/lingkungan belum menjadi fokus karena sibuk bekerja dll.

3.    – Berusaha menyisihkan/menabung pendapatan untuk  jamban sehat.

    – Mendorong pihak desa baik swadaya maupun dana desa untuk menyediakan jamban sehat  untuk   umum.

      – Mendata dan Mengusulkan kepada pihak terkait sepert Bapedda , Dinas PU, Kesehatan  maupun Dinas Sosial , atau bersumber dari dana APBD Provinsi  maupun APBN

     –  Untuk melakukan penyuluhan apa saja kriteria , peralatan yang diperlukan dalam  penyediaan  jamban sehat

   – Memberi penjelasan melalui penyuluhan tentang manfaat dari jamban sehat dan akibat buruk yang bisa menyebabkan penyakit, stunting dll. 

   – Bekerjasama dengan pihak terkait/fasilitas kesehatan seperti Bidan Desa, Poskedes, kader posyandu, Puskesmas tenang penjelasan manfaat jamban sehat.

    – P2K2 PKH  modul kesehatan

    – Kontrol sosial budaya masyarakat untuk menghargai sanitasi lingkungan dan peraturan yang tegas .

*Identifikasi sumber daya manusia dan sumber daya alam di wilayah sekitar yang dimanfaatkan KPM untuk membantu upaya pencegahan dan penanganan stunting ! jelaskan peran dan fungsinya

Jawaban  : 

SDM  tersedia:

  1. Kader posyandu(posyandu desa) 
  2. Bidan desa
  3. Pendamping kesos ( pkh, tksk dll)
  4. PEMERINTAH DESA
  5. TOKOH MASYARAKAT/AGAMA
  6. Kelompok pelajar dalam bentuk organisasi kepemudaan 
  7. Pengurus majlis taklim
  8. Guru yang sekolahnya terletak di desa tersebut

SDA yang tersedia:

  1. Tersedianya buah lokal seperti pepaya, alpukat,mangga ,pisang dll
  2. Merupakan daerah pertanian padi sawah sehingga terpenuhi karbohidrat dari nasi
  3. Sayur yang ada dilingkungan perumahan maupun yang di tanam disekitar : pucuk ubi , bayam, kangkung , labu siam.
  4. Rata rata warga memelihara ayam di rumah 

Peran dan fungsinya : 

Peran dan fungsi SDM:

  1. Kader posyandu melalui posyandu yang setiap bulan melaksanakan kegiatan penyuluhan, cara stimulasi , pemberian makanan tambahan , pengukuran tinggi dan berat badan , vitamin dll
  2. Bidan Desa melakukan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan ibu maupun balita, serta memberikan obat- obatan dan vitamin yang dibutuhkan. Juga pengukuran berat dan tinggi , vaksin dan imunisasi, tablet tamah darah.
  3. Pendamping Kesos berperan melayani atau berkonsultasi degan KPM, pemanfaatan bansos,  juga dengan kegiatan P2K2 
  4. Pemerintah desa berperan penyediaan sanitasi, atau pemberian gizi tambahan serta penyuluhan stunting melalui dana Desa.
  5. Tokoh masyarakat/agama berperan, mengajak, mendukung dan memberi penjelasan  kepada masyarakat tentang  penanganan dan dampak stunting.
  6. Organisasi remaja seperti Himpunan mahasiswa dll. Melakukan pertemuan mempelajari apa itu stunting sejak dini.
  7. Majlis taklim melalui pengajian rutinnya . dimana anggotanya  adalah perempuan. Melalui pengajian bisa disisipkan tentang pengetahuan stunting menurut agama. 
  8. Guru bisa menghimbau orang tua dan anak di sekolah untuk peduli dengan masalah stunting.

Peran dan fungsi Sumber daya alam sekitar:

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi bagi ibu hamil dan balita, dengan memanfaatkan pangan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan , murah dan gampang di peroleh, tersedia,  di olah serta  memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, mineral . untuk tumbuh kembang janin dan balita serta ibu.

*identifikasi layanan rujukan yang dapat/ sering atau diakses KPM dalam penanganan stunting dan jelaskan fungsi dari masing masing layanan.  

Jawaban:

  1. POSYANDU

Posyandu menjadi layanan rujukan stunting yang hampir ada di setiap desa,  kegiatan yang di laksanakan di posyandu Sosialisasi kesehatan dan gizi  seperti pemberian Makanan tambahan, Imunisasi, pengukuran berat dan tinggi bayi dan balita, melalui pemberdayaan masyarakat. Layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) yaitu mendeteksi secara dini melalui pemantauna pertumbuhan di catat secara periodik.

Selain kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak, juga kegiatan yang besifat pemberian informasi tentang gizi seimbang dan asi eksklusif, pemberian makanan tambahan anak dan bayi.  Juga  bertujuan menambah pengetahuan, sikap dan perilaku positif ibu balita dalam mencegah stunting. Merangkum pelayanan kesehatan dimulai dari  proses kehamilan yang berkualitas, program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi, ASI eksklusif (termasuk IMD) serta MP-ASI.

  1. Puskesmas/rumah sakit

Melayani Balita atau janin  yang terdeteksi secara dini mengalami gangguan pertumbuhan/penyakit  yang di derita tentunya segera ditindak lanjuti ke faskes ini. Janin, ibu, dan balita  yang berpotensi mengalami stunting tentunya mendapatkan evaluasi untuk di cari faktor penyebab dan resiko. Selanjutnya akan di berikan , konsultasi dan pengobatan  yang memadai oleh Dokter .

  1. Bidan Desa

Melayani ibu hamil dan balita, pengobatan , pemberian vitamin, Imunisasi, pengukuran berat dan tinggi bayi dan balita, melalui pemberdayaan masyarakat. Layanan kesehatan ibu dan anak (KIA)pengetahuan tentang stunting dll..

  • Strategi apa yang dapat anda lakukan agar KPM termotivasi untuk melaksanakan komitmen pencegahan dan penanganan stunting 

Jawaban 

STRATEGI

PENGETAHUAN            KESADARAN            PERUBAHAN PERILAKU             STUNTING

*Meningkatkan Pengetahuan  dengan memastikan bahwa KPM mendapat pesan dasar tentang kekurangan gizi sebagai penyebab utama stunting  dan penyebab lainnya. dengan cara yang mudah dimengerti, sehingga dapat memanfaatkan layanan kesehatan maupun perubahan perilaku sesuai lingkungan masing masing. 

*Menciptakan ruang  diskusi atau bertukar pikiran tentang pengetahuan masalah stunting , membahas manfaat dari stimulasi dan dampak buruk dari stunting itu sendiri. Melalui pertemuan rutin PKH dalam modul kesehatan dan gizi serta modul stunting  (Pertemuan Peningkatan kemampuan Keluarga/P2K2) .

*Memperlakukan KPM dengan Baik dengan suasana harmonis antar KPM dan Pendamping, menumbuhkan rasa cinta dan bangga menjadi bagian dari kepedulian bangsa atau pemerintah dalam menyiapkan generasi mendatang yang sehat dan produktif.  Yang dilakukan  dalam setiap pertemuan.

*Menetapkan tujuan yang dapat dicapai dan tujuan bersama serta motivasi. Memberikan Tujuan yang tidak terlalu tinggi tapi bisa dicapai dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

*Memberikan hadiah atau reward atas pretasi yang dicapai  bagi KPM yang giat dan konsisten menjalankan komitmen tentang masalah stunting. Atas perubahan perilaku kearah yang positif.

*Turun Langsung  memantau dan mendampingi KPM  dilapangan melaksanakan komitmen tentang pencegahan dan penanganan stunting. Sehingga menumbuhkan kesadaran KPM akan permasalahan stunting.

* memberi motivasi , apa yang dilakukan hari ini akan membuat  masa depan yang cerah bagi anak anak KPM yang terhindar dari masalah stunting. Menjadikan orang orang yang berguna dan sukses.

* dukungan dari masyarakat , keluarga, pemerintah desa  dengan nyata melalui program dan  masukan yang positif, serta dukungan moril yang memberikan semangat dalam dalam menjalankan komitmen.

  1. Identifikasi Bansos yang diterima oleh masyarakat di sekitar Saudara:

Jawab: Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan Pangan /Sembako, bantuan langsung Tunai (BLT)  melalui Pos, sembako Provinsi atau daerah. BLT desa ( dari dana desa).

  1. Jenis Bahan makanan yang dijual di ewarong:

Jawab: Ikan, daging sapi, ayam, telur, buah, sayur, kacang kacangan, Kentang, tempe, tahu dl.

  1. Menyusun 1 menu makanan ibu hamil dan menu m-pasi dari bahan yang ada di sekitar saudara:

Ibu Hamil : Sayuran ( Bayam, tomat toge,kacang panjang,  sayur singkong),labu siam, belut,  tahu, tempe, kentang, jagung, ayam kampung, buah (pepaya, jambu, alpukat ,nangka, jeruk, pisang ) , kacang hijau, nasi (karbohidrat) , telur ayam. 

MP-asi :    Pisang, sup ayam/hati ayam , wortel, kentang. Pepaya, susu, sayur bayam. alpukat